Tampilkan postingan dengan label bias. Tampilkan semua postingan

AMALAN-AMALAN SHĀLIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 03

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN SHĀLIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 02

Juni 23, 2018



Read More

AMALAN-AMALAN SHALIH YANG DILAKUKAN PARA SALAF, BAGIAN 01

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 11

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 10

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 09

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 08

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 07

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 06

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 05

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHĀN, BAGIAN 04

Juni 23, 2018

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 03

Juni 23, 2018

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 05 Ramadhan 1439 H / 21 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan (Bagian03)
----------------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أمَّا بعد

Para shahābat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk pada amalan berikutnya yang hendaknya kita perbanyak dan inilah salah satu ghanimah (kesempatan) kita untuk memperbanyak timbangan amal kebaikan terutama di bulan Ramadhān.

(3) Yaitu dengan kita menjadi muadzin atau berdo'a setelahnya, atau bisa kedua-duanya.

Dari Jābir bin Abdillāh bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

من قال حين يسمع النداء: اللهم رب هذه الدعوة التامة والصلاة القائمة، آت محمداً الوسيلة والفضيلة، وأبعثه مقاماً محموداً الذي وعدته، حلت له شفاعتي يوم القيامة

Barangsiapa yang tatkala dia mendengar adzan dan dia berdo'a:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

(Yā Allāh, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalāt (wajib) yang didirikan, berikanlah Al Wasīlah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan Beliau sehingga bisa menempati maqām terpuji yang telah Engkau janjikan)

Maka dia berhak mendapatkan syafā'atku pada hari kiamat.

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Imām Ahmad)

Begitu juga dari Abdillāh bin 'Amriy bin Al Āsh radhiyallāhu Ta'āla 'anhumā:

أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى الهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى الهُي عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا الهَو لِي الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِي إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ الهِر وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

Bahwasanya dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia (muadzin) katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allāh akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allāh untukku al wasīlah, karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allāh; dan aku berharap, (bahwa) akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al wasīlah, maka akan mendapat syafā'atku."

(Hadīts riwayat Imām Muslim dan Abū Dāwūd)

Sabda beliau yang lain:

الدعاء بين الأذان والإقامة مستجاب فادعوا

“Do'a antara adzan dan iqāmah adalah do'a yang mustajāb, maka berdo'alah."

(Hadīts shahīh riwayat Abū Ya'la dalam shahīh Al Jamī')

⇒ Maka do'a ini secara umum (antara adzan dan iqāmah) dan termasuk juga do'a seseorang setelah  mendengar adzan.

Kemudian sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam yang lain:

الدعاءمستجاب بين النداء والإقامة

"Do'a itu mustajāb antara adzan dan iqāmah."

⇒ Ini juga hadīts yang sama.

Begitu juga hadīts yang lain.

 الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

"Do'a antara adzan dan iqāmah tidak ditolak."

⇒ Ini hadīts-hadīts yang disebutkan tentang keutamaan berdo'a, terutama berdo'a setelah adzan.

Dari Abdillāh bin Amrin berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

يا رسول الله إن الْمُؤَذِّنَ يفتلن،


"Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya muadzin itu memiliki keutamaan di atas kami."

Para muadzin akan dipanjangkan lehernya pada hari kiamat, pahalanya cukup banyak.

⇒ Artinya para shahābat iri karena muadzin memiliki keutamaan yang besar.

Oleh karena itu di antara amalan adalah hendaknya apabila kita bisa maka kita menjadi seorang muadzin (menyampaikan adzan).

Maka Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam menjawab:

قُلْ كَمَا يَقُولُونَ فَإِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ

"Katakanlah sebagaimana yang dia katakan. Kalau kamu sudah mengucapkan maka hendaklah kamu berdo'a minta kepada Allāh niscaya akan dikabulkan segala permintaan yang panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

(Hadīts ini shahīh riwayat Abū Dāwūd dan An Nassā'i dan dishahihkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh)

Demikian yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat.

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DIBULAN RAMADHĀN, BAGIAN 02

Juni 23, 2018



🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 02 Ramadhan 1439 H / 18 Mei 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Amalan-Amalan Di Bulan Ramadhan (Bagian 02)
----------------------------------

بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده، أمَّا بعد 


Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Kita masuk pada amalan yang hendaknya kita jaga terutama di bulan Ramadhān dan juga di luar bulan Ramadhān, yaitu; 


(2) Menjaga shalāt berjam'aah

Khususnya bagi laki-laki, hendaknya seseorang menjaga shalātnya dan juga shalāt berjama'ahnya. 

Saya akan sebutkan beberapa hadīts yang menunjukkan tentang pentingnya menjaga shalāt. 

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata, bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

 لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

"Seandainya orang-orang mengetahui (pahala) yang ada pada adzan dan shaf yang pertama, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara diundi tentu mereka akan melakukan undian.

Kalau mereka mengetahui pahala yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang bersegera untuk ke masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba. 

Kalau mereka mengetahui pahala yang Allāh siapkan di dalam shalāt 'isya dan shalāt shubuh, niscaya mereka akan mendatangi kedua shalāt tersebut walau harus dengan berjalan merangkak."

(Hadīts shahīh riwayat Bukhāri dan Muslim) 

Kemudian hadīts berikutnya, juga dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau mengatakan, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

خيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا ، وَشَرُّهَا آخِرُهَا ، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا ، وَشَرُّهَا أوَّلُهَا )) رَوَاهُ مُسلِمٌ

"Sebaik-baiknya shaf laki-laki adalah yang pertama dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir. Sedangkan sebaik-baiknya shaf perempuan adalah yang terakhir dan yang paling jeleknya adalah yang pertama."

(Hadīts shahīh riwayat Muslim dan Ahmad) 

Dalam hadīts ini, disebutkan:

⑴ Keutamaan adzan;
⑵ Keutamaan shalāt di shaf yang pertama (kebaikannya luar biasa sampai seandainya seseorang tidak bisa mendapatkannya maka dia akan mengundi jika harus mengundi):
⑶ Keutamaan tahjir yaitu bersegera menuju ke masjid, ini juga memiliki keutamaan yang luar biasa;
⑷ Menjaga shalāt isya dan shalāt subuh. 

Kemudian pada hadīts yang berikutnya disebutkan bahwasanya shaf yang terbaik untuk laki-laki adalah shaf yang terdepan dan shaf yang terbaik untuk wanita adalah shaf yang belakang. 

Hadīts berikutnya: 

 عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْتَغْفِرُ لِلصَّفِّ الْمُقَدَّمِ ثَلَاثًا وَلِلثَّانِي مَرَّةً

Dari 'Irbādhi bin Sāriyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

"Bahwasanya beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) memintakan ampun bagi orang-orang yang shalāt dishaf yang pertama tiga kali dan orang yang shalāt di shaf yang kedua adalah satu kali."

(Hadīts riwayat Ibnu Mājah nomor 986)

Kemudian hadīts berikutnya dari Barā bin Āzib radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, beliau berkata:  

كَانَ رَسُولُ الله يَتَخَلَّلُ الصَّفَّ مِنْ نَاحِيَةٍ ، إِلَى نَاحِيَةٍ ، يَمْسَحُ صُدُورَنَا وَمَنَاكِبَنَا ، وَيَقُولُ: « لَا تَخْتَلِفُوا؛ فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ، وَكَانَ يَقُوْلُ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ الْأَوَلِ

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memasuki sela-sela shaf sambil memegang dada dan bahu kami, lalu beliau bersabda:

"Janganlah kalian berbeda dalam shaf (tidak lurus), sehingga hati kalian turut berbeda."

Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) juga bersabda:

"Sesungguhnya Allāh menganugerahkan rahmatNya untuk orang-orang yang berdiri di shaf pertama, begitu juga para malāikat memohonkan rahmat untuk mereka."

(Hadīts hasan riwayat Abū Dāwūd nomor 664) 

Dalam riwayat yang lain: 

Nabi mengusap dada kami di dalam shalāt kami dari bagian atas kebagian bawa, kemudian beliau berkata: 

"Luruskan shaf-shaf kalian, jangan kalian berselisih niscaya hati-hati kalian akan bersih, Sesungguhnya Allāh dan malāikatnya mendo'akan orang-orang yang berada di shaf awal."

(Hadīts riwayat Imām Ahmad di dalam Shālihnya dan dishahīhkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh) 

Kemudian hadīts berikutnya: 

Saya bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Amal apa yang paling afdhal?"
"Shalāt diwaktunya."

Kemudian sayapun mengatakan, "Kemudian apalagi?" 
"Yaitu berbuat baik kepada kedua orang tua."

Kemudian saya bertanya lagi, "Apa lagi?"
"Jihād fīsabilillāh."

Jadi di sini Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam riwayat Bukhāri dan Muslim yang tadi sudah disebutkan, bahwa tatkala ditanya amal yang paling afdal paling mulia beliau menempatkan yang lain-lain diprioritas yang berikutnya. 

⇒ Shalāt pada waktunya adalah amalan yang paling afdal. 

Hadīts berikutnya: 

Dari Abū Hurairah berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Maukah aku tunjukkan kepada kalian amalan yang bisa menghapus dosa-dosa atas kesalahan dan juga mengangkat derajat?"

Mereka berkata: 

"Mau ya Rasūlullāh.”

“Sempurnakan wudhū walaupun dalam keadaan sulit. Kemudian semakin banyak langkah ke masjid maka semakin banyak pahala yang akan dihisāb oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan begitu pula antara shalāt satu dengan shalāt yang lainnya, seorang menunggu (misalnya maghrib dan isya) maka ini juga akan mendapatkan pahala yang luar biasa dan di sini disebutkan yang menjaga perbatasan yang hakiki."

Kemudian hadīts berikutnya: 

"Ada tujuh golongan yang dia akan dinaungi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, yang pertama adalah Imām/Pemimpin yang adil, yang kedua adalah anak-anak kecil yang dia muncul dan tumbuh di dalam ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, orang yang dia hatinya senang kepada masjid, dan seterusnya....."

Intinya di dalam hadīts ini adalah seorang yang hatinya tertambat dengan masjid, dia melaksanakan ketaatan (ibadah) kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dia merasa tenang, merasa nikmat tatkala beribadah kepada Allāh di masjid dan orang tersebut menjadikan shalāt sebagai quratu a’yun sebagai penenang hidupnya, bukan sebagai keterpaksaan. 

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  menjadikan kita orang-orang yang menjaga shalāt (terutama) shalāt wajib, dan ini penting sekali! 

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  memberikan taufīq dan dengan taufīq ini membuat kita istiqāmah di atas jalan yang lurus. 

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan taufīq kepada kita untuk melaksanakan amal shālih dan dengan taufīq ini menjadi sebab keridhāan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Read More

AMALAN-AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHĀN, BAGIAN 01

Mei 18, 2018


Read More

KEUTAMAAN BULAN RAMADHĀN BAGIAN 03

Mei 18, 2018



Read More

KEUTAMAAN BULAN RAMADHĀN BAGIAN 02

Mei 18, 2018

Read More

KEUTAMAAN BULAN RAMADHĀN BAGIAN 01

Mei 18, 2018


Read More