Episode 2D - Our Attitude Towards Angel
Bismillaahi wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaah.
Innal hamdalillaahi nahmaduhuu wa nasta’iinuhuu wa nastaghfiruh. Sungguh, segala puji bagi Allaah. Kita puji Dia, kita mohon pertolongan dan ampunan-Nya. Wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi-aati a’maalinaa. Kita berlindung kepada Allaah, dari keburukan diri kita, dan dari keburukan amal perbuatan kita.
May yahdihillaahu fa laa mudhillalah. Wa may yudhlil fa laa haadiyalah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allaah, takkan ada seorang pun yang dapat menyesatkan. Dan barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allaah, takkan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Asyhadu al laa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allaah, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba'du.
Kita sampai di bab 2 d masih tentang malaikat sebagai penutup. Di pembahasan tentang malaikat ini akan dibahas tentang sikap kita terhadap para malaikat Allah, namun sebelumnya akan dilanjutkan beberapa deskripsi tentang malaikat yang belum dibahas sebelumnya. Jadi inget malaikat ini bukan cuma 10 yang kita hafal waktu TK tapi ada banyak malaikat itu. Yang 10 itu memang yang paling terkenal cuman kalau kita ngebahas hadis tentang malaikat selain yang 10 itu dan hadisnya sahih, maka kita mengimaninya. Ada malaikat yang bertugas sujud kepada Allah dari semenjak dia diciptakan sampai kiamat, ada juga malaikat yang kata nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tawaf di Baiutul Makmur. Baitul Makmur kata para ulama adalah kalau di bumi Ka’bah nah kalau di tarik garis lurus sampai ke langit ke-7 disitu juga ada tempat tawaf untuk malaikat namanya Baiutul Makmur. Hadis-hadis tentang ini sahih. Ada juga malaikat pemikul ‘Arsy yang jumlahnya 8 yang kata nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis sahih jarak antara telinga sampai pundaknya itu 700 tahun perjalanan. Kemudian ada juga malaikat yang bertugas menjaga kita. Kata para ulama ketika mau kepleset dan ternyata ga jadi nah itutuh Allah menolong kita melalui malaikat. Ada juga malaikat yang bertugas untuk mencari-cari majelis ilmu ya, orang-orang yang melakukan perjalanan memperlajari ilmu islam tentunya. Ketika kalian lagi berangkat untuk memperlajari ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu islam aja ya baik di mesjid maupun di rumah kakamentor, maka malaikat itu selama diperjalanan bakalan numpuk diatas kita sampai keatas langit. Subhanallah.
Nah inilah malaikat-malaikat yang Allah ciptakan dan sekali lagi Allah menciptakan malaikat bukan karena butuh sama malaikat, namun Allah menciptakan mereka agar kita makin merasakan keagungan Allah. Ketika kita melihat Jibril dalam hadis yang sahih memiliki 600 sayap yang satu sayapnya mencakup timur dan barat, maka saat kita inget ya Allah Jibril aja udah gede gini bagaimana dengan Allah penciptanya, maka pasti kita akan merasa agungnya Allah. Kemudian kita tahu malaikat begitu agung, begitu besar nanti dihari kiamat mereka membawa neraka jahanam di hadis yang sahih riwayat muslim neraka jahanam ini ditarik dengan 70000 ribu tali atau 70000 rantai yang satu rantainya ditarik oleh 70000 ribu malaikat. Berarti totalnya sekital 4,7 Miliyar malaikat membawa neraka jahanam dihari kiamat. Berari neraka jahanam ini besar banget, tapi ternyata didalam neraka jahannam yang besar ini Allah sudah mengirimkan 19 malaikat penyiksa didalam neraka jahanam yang sebenarnya satu malaikat aja udah cukup untuk menyiksa semua manusia. Ternyata Allah menciptakan malaikat yang begitu tegasnya untuk menyiksa orang-orang yang berbuat maksiat dan Allah tidak meyiksa karena Allah zalim, Allah itu maha adil. Nah kalau kita ingat dengan malaikat yang besar gini bagaimana kita mengingat Allah, malaikat aja udah gedebanget nih, bagaimana dengan penciptanya ? Pasti lebih agung. Subhanallah.
Itulah malaikat yang lanjutan ya, masih ada malaikat-malaikat yang lain yang belum disebutkan, nanti tinggal baca-baca aja hadis tentang malaikat. Ada malikat yang nyamar jadi manusia, ada malaikat yang nyamar jadi macem-macem pokok tergantung apa yang Allah kehendaki.
Selanjutnya bagaimana sikap kita terhadap para malikat. Sikap kita ya karena mereka adalah hamba-hamba Allah yang ga pernah berbuat dosa, maka wajib bagi kita mencintai para malaikat Allah.
1. Mencintai malaikat-malaikat Allah.
Mencintai disini tentu bukan kayak cinta laki-laki ke perempuan tapi kita cinta karena mereka hamba-hamba Allah. Jangankan ke mahkluk yang suka sujud ke Allah, ke makhluk yang bisa dilihat seperti kucing, kucing juga kata Allah didalam Al-Qur’an juga bertasbih, semua hewam, semua makhluk yang ada dibumi itu mereka bertasbih kepada Allah dan bersujud kepada Allah tapi kita ga tahu cara sujud dan cara betasbih mereka. Kita seneng ngelihat kucing kan, padahal kita ga bisa ngelihat tasbih mereka, mereka kayaknya cuma nyari makan, kawin, mati nah tapi ketika kita melihat malaikat-malaikat Allah yang begitu patuh terhadap perintah Allah, malaikat yang begitu peduli sama kita terutama malaikat yang menjaga kita dengan izin Allah, maka kita mencintai mereka karena mereka adalah hamba Allah.
2. Kita Tidak Boleh Mempermainkan Malaikat
Seperti yang dilakukan jil (jaringan islam liberal) atau dulumah ada yahudi yang suka mengejek-ejek Jibril “Oh jibril ini adalah musuk kami sedangkan teman kami adalah Mikail” begitu juga syiah mengejek Jibril dengan mengatakan jibril itu menghianati amanat, katanya jibril harusnya menyampaikan wahyu terakhir bukan ke nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi seharusnya ke Ali bin Abi Talib. Nah ini perbuatan melecehkan malaikat, bilang malaikat penghianat ini parah sekali. Jadi ketika kita mendengar jibril menurunkan wahyu aduh ya Allah, subhanallah jibrillah yang udah jalan buat hidayah buat kami semua, jibril menurunkan Al-Qur’an dengan seizinmu disampaikan ke nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga kita semua bisa membaca Qur’an, sehingga kita bisa kenal dengan Allah. Itulah kita cinta ke Jibril karena kebaikan Jibril tersebut.
Kemudian Mikail dengan izin Allah menurunkan rizki, kemudian Israfil meniup sangkakala di hari kiamat kita jadi takut kalau hari kiamat terjadi kita belum punya amal, kemudian malaikat pencabutnyawa kita berharap Allah mencabut nyawa kita ketika dalam kondisi taat, kemudian malaikat Rakib Atib ketika kita mengimani malaikat Rakib dan Atib kita takut berbuat dosa karena dicatat. Kita minta ke Allah agar kita dimatikan tidak dalam kondisi maksiat, kemudian ketiak kita mengimani malaikat Munkar dan Nakir kita takut dengan pertanyaan tiga di kubur, kita harus memperlajari islam benar-benar agar bisa menjawab pertanyaan yang dikubur siapa rabmu ? Apa agamu ? dan siapa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita ga bisa ngejawab itu hanya dengan dihafal tapi kita harus mendalam ilmunya tentang islam. Kalau kita tahu islam agama yang benar tapi kita banyak menjauhi perintah Allah, maka bisa jadi kita ga bisa jawab di kuburan nanti. Kemudian malikat Malik kita takut kalau Allah menyiksa kita dineraka dengan perantara malikat Malik, kemudian juga penjaga surga ya kita berharap masuk surganya Allah. Amin.
Seperti itulah kita mengimani malaikat, kita mencintai mereka dan kita tidak mengejek mereka. Pertama kita meyakini malaikat itu ada, kedua kita mencintai malaikat, ketiga kita tidak mencelanya, tidak mengejek, meremehkan malaikat, keempat kita tidak menyembah malaikat karena malaikat adalah makhluk Allah walupun mereka itu gagah besar tetap mereka cuman hamba sehingga tidak patut disembah. Itulah penutup tentang malaikat, mungkin masih ada yang lain yang belum rinci tapi pembahasan wajibnya sudah terpenuhi InsyaAllah. Adapun rinciannya yang lebih detail kalau masih ada bisa baca-baca di hadis selama hadisnya sahih kita imani.
Pemateri Abu Takeru.
Ditulis oleh Iqbal Ramadhani.
Sumber Kamus 13