Episode 2 B - The Wisdom of The Creation Of Angel
Poin Pertama meyakini malaikat itu makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari cahaya, bukan sekedar bisikan-bisikan hati
Poin Kedua kita yakin malaikat itu makhluk dan sebagai makhluk tidak boleh disembah, ga punya hak sedikit pun untuk disembah. Ga boleh kita minta hujan ke malaikat Mikail itu syirik sebagaimana yang dilakukan oleh sebagaian orang-orang kristen yaitu malaikat Jibril. Ini jelas merupakan penyimpangan dalam keimanan kepada malaikat, sekalipun mereka percaya adanya malaikat namun ketika mereka menyembah jibril, maka hakekatnya mereka telah kafir.
Poin ketiga adalah yakin malaikat itu menta’ati Allah dalam semua perintahnya, baik perintah itu biak secara syariat ataupun buruk secara syari’at. Namun kita ingat Allah memerintahkan keburukan pada malaikat itu bukan karena Allah kejam, bukan karena Allah zalim, bukan juga karena Allah ga adil tapi semuanya karena dibalik peribtah yang buruk tersebut ada hikmah yang diambil dari ilmu Allah yang sempurna, kebijak sanaan Allah karena Allah Al-hakim. Bahkan saat Allah menyuruh malaikat untuk mengajarkan sihir ke Babylonia itu bukan karena Allah ingin menyesatkan hambanya supaya masuk nerara tapi karena Allah hendak menguji hamba tersebut. Karena dibalik keadilan dan hikmah perbuatan Allah adalah dengan diadakannya ujian dan ingat Allah ga zolim, makanya saat Harut dan Marut saat mengajarkan sihir kata mereka “Kami ini ujian buat kalian,maka kalian jangan kafir. Kalau kalian belajar sihir nanti kalian bisa kafir” namun pada pada akhir bangsa babilonia yang kafir ingin tetap ingin belajar sihir, ya itu adalah kesalahan mereka dan Allah tidak zalim. Allah menciptakan dajjal bukan karena Allah hendak mengiring hambanya keneraka tapi karena Allah maha adil dan maha bijak sana. Ketika Allah menciptakan iblis bukan karena Allah ingin hambanya masuk neraka, tapi karena Allah maha adil dan maha bijaksana.
Sebelum dilanjut ke poin no 4 akan di jawab sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh banyak teman-teman kita yang tidak mengerti atau mungkin kita juga pernah betanya-tanya tentang hal ini. Apa pertanyaanya ? Pertnyaannya adalah Kalau Allah emang maha kuasa kenapa Allah ciptakan malaikat ? Kan dia maha kuasa melakukan sesuatu. Untuk menjawab pertanaan terebut kita gunakan dua cara. Pertama jawaban dengan dalil dan yang kedua jawaban dengan analogi atau logika. Namun jawaban dengan analogi atau logika itu bukan jawaban yang asli namun itu hanya jawaban pendukung, penguat karena jawaban tentang agama yang paling mantep adalah dengan dalil, adapun analogi, logika itu hanya sebagi pendukung. Jawaban dengan dalil adalah melakukan apa yang dia kehendaki, maka kita ga boleh nanya-nanya tentang perbuatan Allah. Allah berfiman di dalam surat Al-Buruj
“Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.”(Q.S. Al-Buruuj [27] : 16).
“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (Q.S. Al-Anbiya [21] : 23).
Jadi seperti itu jawaban yang menggunakan dalil diem ga usah ngomong gitu ya. Jadi agak tegas gitu. Namun kalau kita menggunakan jawaban logika atau analogi namun hanya sekedar untuk membantu ya itu dengan menggunakan analogi tapi bukan untuk menyamakan Allah dengan makhluk sama sekali tapi hanya sekedar memberi pemahaman agar bisa lebih ngena ya. Tapi sekalai lagi ini sama sekali bukan menyamakan dengan makhluk oke. Nah sekarang banyangin ada seorang di rektur di sebuah perusahaan yang segala bisa perkerjaan bisa dia kerjakan. Ternyata di perusahaan tersebut hanya ada direktur saja yang tugasnya merangkap sebagai pelayan merakap juga sebagai orang yang menerima telfon yang masuk ke perusahaan kemudian dia juga bertugas merakap sebagai cleaning service bersihin toilet dan lain-lain. Kira-kira kita gimana merasanya gitu walaupun direktu ini pemilik perusahaannya tapi dia hanya melakukannya sendirian bahkan dia melakukan sebuah perbuatan yang dalam pandangan manusia itu rendahan seperti membersihkan toilet kayak gitu ya. Nah ini hanya sebagai manusia ya kita tidak menyamakan Allah dengan manusia tapi coba lihat dari satu sisi ketika Allah menciptakan malaikat, maka itu membuat kita merasa keagungan dan kebesaran Allah. Coba direktur tadi kira-kira kita lebih ngerasa yang mana yang lebih agung direkturnya ya. Apakaha di rektur yang melakukan segalanya sendiri atau direktur yang mempunyai bahwahan yang sangat banyak kemudian jika ingin segala sesuatu yang ingin dia kerjakan tinggal memberi perintah kepada bawahannya dengan penuh suka ria dilaksanakan perintah dari manager tersebut. Maka mana yang kita anggep lebih besar direkturnya ? Apa yang pertama yang merangkap sebagai cleaning service dan lain sebagainya atau yang kedua yang memiliki bawahan yang sangat banyak kemudian bahwasannya patuh terhadap semua perintah direktur ini dengan penuh ke cintaan dengan penuh keta’atan aja tanpa ada keberatan sama sekali. Pasti kita akan menggap direktur yang kedua ini lebih mulia, lebih angung kan. Nah saat Allah menciptakan malaikat hikmahnya adalah disini kita makin ngerasa kebesaran dan keagungan Allah. Banyangin coba ketika kita ngedenger hadist tentang Jibril, makalai yang sayapnya 600, satu sayapnya cukup memenuhi timur dan barat malaikat Jibril kalau mendengar perintah Allah langsung taat banyangin padahal Jibril super raksasa besar. Bagaimana dengan Mikail, salah satu malaikat yang mulia patuh terhadap semua perintah Allah kemudian bagaimana malaikat pemikul ‘Arsy yang jarak antara telinga sampai bahunya itu adalah 700 perjalanan didalam hadist yang shahih dan diapun patuh sama Allah. Maka ketika kita ngedenger hadist-hadist tentang agungnya malaikat kita makin ngerasa agungnya Allah. Jibril yang gede juga patuh sama Allah, berarti Allah penciptanya lebih agung. Saat kita melihat malakat Malik yang luar biasa agungnya dia menyiksa orang-orang kafir, orang-orang islam yang banyak dosa juga dicuci dineraka walaupun tidak selamanya, maka ketiak kita mendengar siksaan yang besar dari malaikat Malik “ya Allah malik aja siksaanya sudah besar apalagi engkau yang maha menciptakan malik” maka kita akan makin takut dengan Allah, akan makin mengagungkan Allah. Nah itulah hikmahnya diciptakaannya malaikat, justru dengan diciptakannya malaikat kita makin merasa kebesaran Allah, makin mengagungkan dia bukan malah kita ngomong “kenapa Allah ciptakan malaikat kalau Allah maha kuasa” hati-hati ini pertanyaan jil, pertanyaan yang sekan-akan pakai logika, logis tapi ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat buruk sekali, maka saat ada pertanyaan seperti itu maka kita inget mengucapkan “aku berimana kepada Allah dan rasulnya” Allah sempurna, tidak ada cacat dan perbuatan Allah penuh hikmah adapun pertanyaan tadi “kenapa Allah meciptakan malaikat” maka ini adalah syubhat.
Pemateri Abu Takeru
Ditulis oleh Iqbal Ramadhani